Kenali Kontraksi Asli dan Palsu Sebagai Tanda Mau Melahirkan

Kontraksi adalah salah satu tanda mau melahirkan yang tentunya mesti diwaspadai sekaligus diketahui oleh setiap calon orang tua. Soalnya hal ini juga akan sangat mempengaruhi proses persalinan nantinya. Satu hal yang menjadi masalah adalah banyak orang  adalah kesulitan dalam membedakan antara kontraksi asli dengan palsu. Berikut ada beberapa cara mengenalinya.

Kapan Waktu Terjadinya?

Hal pertama yang mesti Anda ketahui tentunya adalah perbedaan kapan waktu terjadi antara kontraksi asli dengan kontraksi palsu. Untuk kontraksi palsu sendiri biasanya akan dimulai pada trimester ketiga kehamilan seorang wanita. sedangkan untuk kontraksi yang tergolong asli biasanya waktu terjadinya ketika usia kandungan sudah memasuki usia di atas 37 minggu.

Bagaimana Rasanya?

Anda sebagai wanita yang tergolong kehamilannya sudah besar tentunya mesti bisa membedakan antara perasaan kontraksi yang asli dengan yang palsu. Contohnya untuk kontraksi yang tergolong palsu biasanya Anda hanya akan merasakan pengencangan pada bagian perut dan juga panggul. Kontraksi jenis ini sendiri biasanya tidak diikuti dengan rasa sakit yang berlebihan.

Lain cerita apabila Anda merasakan rasa sakit yang bisa dibilang bergelombang. Selain itu, rasa sakit ini biasanya akan datang secara bertahap dan sangat teratur. Artinya, rasa sakit tersebut diawali dengan rasa sakit yang ringan, sedang hingga kemudian rasa sakit yang bisa dibilang sangat menyiksa. Begitulah rasa sakit yang dialami oleh mereka yang mengalami kontraksi asli.

Berapa Lama Kontraksi Terasa?

Seperti yang diketahui bahwa kontraksi sebagai tanda mau melahirkan menimbulkan rasa sakit yang tidak bisa dipungkiri. Sesuatu yang pastinya membuat banyak wanita hamil bertanya-tanya tentang durasi waktu dari kontraksi tersebut. Untuk kontraksi yang tergolong palsu biasanya waktu hanya kurang dari 30 hingga 120 detik. Jadi tidak akan terlalu menyiksa.

Sedangkan untuk kontraksi yang tergolong asli biasanya waktunya adalah 30 hingga 70 detik. Meski begitu, rasa sakit yang dirasakan biasanya akan bertahap sekaligus konsisten. Dalam arti kata lain, rasa sakit dari kontraksi ini akan terus berlangsung meskipun Anda mencoba bergerak bahkan ketika Anda sedang mencoba untuk beristirahat.

Seberapa Sering Terjadinya?

Intensitas dari kedua jenis kontraksi ini tentunya berbeda antara satu sama lain. Contohnya untuk kontraksi yang tergolong palsu biasanya memiliki gejala rasa sakit yang teratur. Dalam arti kata lain, Anda bisa menebak kapan waktu gerakan atau kontraksi tersebut terjadi. Sesuatu yang pastinya bisa lebih membuat Anda memprediksinya waktu terjadinya.

Sedangkan untuk kontraksi yang tergolong asli biasanya waktu terjadinya tidak dapat ditebak. Meski begitu, kontraksi tersebut ini akan memiliki efek yang lebih sakit sekaligus lebih lama pada seorang ibu hamil.

Dengan mengetahui perbedaan dari kontraksi asli dengan kontraksi palsu pastinya membuat Anda lebih mawas diri tentang tanda mau melahirkan yang satu ini. Terutama untuk membuat Anda lebih siap sekaligus tidak panik apabila ada kontraksi yang dirasakan di masa kehamilan.